Minggu, 14 Juni 2015

onigiri gurih-gurih sayuran

Dewasa ini begitu mudah kita diserang berbagai penyakit terutama anak-anak. Selain karena cuaca yang tidak menentu cepat berubah membuat ketahanan tubuh mudah rentan oleh penyakit, penyebab lain adalah pola makan yang tidak benar. Gaya hidup modern yang sedang trend yaitu mengkonsumsi junk food daripada buah dan sayuran, membuat anak-anak lebih tertarik mengkonsumsi makanan cepat saji yang tinggi lemak dan kurang berserat. Padahal pola makan yang baik sangat penting bagi seorang anak untuk mencapai pertumbuhan yang optimal dan kesehatan yang baik, serta untuk menghindarkan masalah kesehatan yang muncul saat mereka dewasa nanti.
Tanpa disadari banyak anak-anak kita yang menderita malnutrisi (kurang gizi) disebabkan kekurangan asupan protein, kalori, vitamin, dan mineral yang dapat menyebabkan perkembangan mental dan kemampuan belajar serta kemampuan intelektual rendah. Padahal anak-anak kita adalah investasi bangsa. Bagaimana jika generasi bangsa kita terdiri atas orang-orang bermental buruk, bodoh, dan memiliki intelektual yang rendah? Akan seperti apakah generasi muda ke depan memimpin bangsa yang besar ini?
Konsumen
Ramuan ini sudah diakui oleh ahli-ahli nutrisi sebagai bahan yang sangat bermanfaat terutama bagi anak-anak, wanita hamil dan menyusui. Anak-anak kekurangan gizi yang diberi satu sendok teh ramuan ini setiap hari dalam sebulan timbangan mereka bisa naik satu kilogram.Gurih-gurih gizi ini menjadi salah satu solusi inovatif bagi para Ibu untuk memenuhi kebutuhan nutrisi putra-putrinya dengan biaya yang murah dan dapat dibuat sendiri dengan sangat mudah.
Memulai Bisnis onigiri gurih-gurih sayuran
Untuk menjalankan peluang bisnis ini, ada beberapa hal penting yang perlu Anda siapkan terlebih dahulu, antara lain sebagai berikut :
  1. Modal utama Anda adalah inovasi dalam membuat atau mengkreasikan makanan sehat agar menarik minat anak dan masyarak umumnya

Keunggulan onigiri guruh-gurih sayuran :
  1. menggunakan bahan-bahan alami tanpa pengawet makanan, dan zat kimia lainnya
  2. Telah diuji oleh para ahli gizi

Kendala Bisnis onigiri gurih-gurih sayuran
Kendala yang dihadapi dalam menjalani bisnis ini hanya mengenai pemasaran kepada masyarakat, untuk biaya dan pembuatan tidak mengalami kendala yang berarti karna biaya dan pembuatan produk ini tidak terlalu mahal dan mudah untuk dibuat bahkan dibuat sendiri dirumah oleh ibu-ibu rumah tanggapun bisa dilakukan
Pemasaran Bisnis onigir gurih -gurih sayuran
Setelah produk berhasil diproduksi maka diperlukan metode untuk memasarkannya agar diperoleh hasil yang memuaskan bagi produsennya. Banyak sekali cara yang dapat ditempuh dalam rangka memasarkan produk diantaranya dengan mempromosikan produk melalui selebaran atau dengan menitipkan produk ditoko atau warung atau juga dapat membuka stand pada suatu event tertentu dengan tujuan memperkenalkan produk ini, Cara baru yang sekarang sedang marak digunakan adalah memasarkan produk dengan media internet yaitu melalui online
Penjelasan Alur Pemasaran yang akan digunakan
  • Social Media     : Penggunaan sosial media di zaman modern ini sangatlah pesat dan juga merupakan pasar tersendiri untuk wirausahawan khususnya online / e-commerce selain itu juga prosesnya yang mudah dan tidak mengeluarkan biaya.
  • Website     : Berfungsi sebagai rumah dari produk itu sendiri karena tidak bisa bergantung terhadap social media, ini merupakan keuntungan tersendiri dari wirausahawan.
  • Paid Ads    : Jenis pemasaran ini efektif untuk menggiring konsumen khususnya social media ke website yang sifatnya up to date dan tepat sasaran terhadap target pasar yang ingin dicapai
  • Search Ads    : Penggunaan search Ads merupakan pemasaran dengan membutuhkan biaya yang besar karena tingkat pemasaran mencangkup segala hal. Sebagai hal jika kita mencari atau menuliskan sepatu di Search Ads maka akan terdapat tampilan beberapa produk sepatu
Kunci Sukses
Dalam menjalankan bisnis onigir guruh-gurih sayuran ini adalah Pertama, meniatkan dalam hati mental wirausahawan yang gigih, pantang menyerah sebelum usahanya benar-benar berhasil. Kedua, Percaya diri terhadap produk yang akan dijual karena produk ini memiliki prospek usaha yang dapat menghasilkan keuntungan yang besar. Ketiga, inovatif dan kreatif dalam mengembangkan produk, serta menawarkan harga bersaing untuk menarik minat pelanggan Selanjutnya, Anda juga bisa menawarkan sistem reseller/ beli putus shopping untuk membangun loyalitas konsumen.
Analisa Ekonomi
Asumsi
  • Produksi onigiri gurih-gurih sayuran 100 porsi
  • Proses produksi dapat dilakukan dirumah karena pemasaran berbasis online
Modal Awal
Oven  ( @Rp. 1.500.00 x 1 buah )                                 Rp 1.500.000
Etalase                                                                                     Rp. 1.000.000
Peralatan produksi (pisau, alat makan, dll)                                 Rp     750.000 +
Total                                                                                        Rp. 3.250.000
Biaya Penyusutan
Peralatan mengalami penyusutan, setelah masa pemakaian sebagai berikut :
Mesin Jahit :                 1/48 bulan x Rp 1.500.000         Rp 31.500
Etalase :                                      1/36 bulan x Rp 1.000.000,00    Rp 27.800
Peralatan produksi :                    1/4 bulan x Rp 750.000,00      Rp 187.500 +
Total penyusutan                                                                             Rp 246.800
Biaya Bahan Baku
  • Ketan               ( 10kg x Rp. 10.000/kg)                          Rp. 100.000
  • Sayuran berwarna hijau            ( 1kg   x Rp. 50.000)     Rp. 50.000
  • Garam beryodium        ( 250gr   x  Rp. 1800/250gram) Rp. 1800
  • Gula pasir              (1kg    x  Rp. 10.900/kg)                      Rp.10.900
  • Kacang tanah        (1kg    x    Rp. 10.000/kg)                  Rp. 10.000
  • Biji wijen               (1kg    x  Rp. 12.000/kg)                     Rp. 12.000
  • Susu bubuk putih            ( 1 dus  x   Rp. 68.000)           Rp. 68.000
  • Kelapa parut            ( 1kg     x   Rp. 7.000/kg)                 Rp. 7.000
  • Tepung beras            ( 500gr    x Rp. 6.700/500gr)        Rp. 6.700 +
Total                                                                                Rp. 266.400
Biaya Pemasaran
  1. Facebook Ads                                        Rp. 300.000
  2. Domain Web                                           Rp. 150.000
  3. Jasa Web                                                Rp. 300.000  +
Jumlah Biaya Pemasaran                                      Rp. 750.000
Biaya Produksi Per Bulan
Biaya Listrik, Internet dan Telepon                                   Rp. 350.000
Biaya Penyusutan Peralatan                                  Rp  246.800
Biaya Bahan Baku                                                       Rp    266.400
Biaya Pemasaran                                                           Rp.   750.000    +
Jumlah Biaya Produksi Per Bulan                                  Rp. 1.613.200
Omset Per Bulan
Penjualan Jas Hujan 100 porsi  x Rp. 25.000                Rp. 2.500.000
Laba Bersih
Rp. 2.500.000 – Rp. 1.613.200                        Rp. 886.800
Return of Investment (ROI)
(Modal Awal + Biaya Produksi) : Laba bersih per bulan             ± 4 bulan
Semoga informasi bangkitkan usaha kecil menengah dengan memproduksi pangan sehat ini bisa bermanfaat bagi para pembaca, dan menjadi salah satu inspirasi bisnis yang bisa dijalankan untuk mendatangkan untung besar setiap bulannya. Mulai dari yang kecil, mulai dari yang mudah, mulai dari sekarang. Ayo berbisnis!

Selasa, 02 Juni 2015

Bab 10 : Kewirausahaan dan Lingkungan Global

Perubahan lingkungan bisnis akan terjadi setiap saat, umumnya berupa gerak perubahan dari salah satu atau gabungan faktor-faktor lingkungan di luar perusahaa, baik pada skala nasional, regional, maupun global. Sebagian dari dampak perubahan factor lingkungan yang ditimbulkan terbukti telah mempengaruhi datangnya peluang bisnis, tetapi banyak pula kasus dari faktor eksternal ini yang menjadi kendala dalam berusaha.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh wirausahawan Indonesia, baik yang bergerak  dalam aktivitas local maupun global, adalah terjadinya berbagai perubahan yang dipicu oleh perkembangan teknologi yang mencakup hal-hal sebagai berikut:

1.      Produk-produk baru yang dilempar ke pasar oleh pesaing.
2.      Perkembangan teknologi dan informasi.
3.      Perkembangan teknologi barang subtitusi
4.      Berbagai penemuan baru.
5.      Adaptasi teknologi yang siap pakai.
6.      Strategi perkembangan teknnologi nasional.
7.      Biaya penelitian dan perkembangan (research and development –R&D) oleh perusahaan pesaing atau perusahaan-perusahaan dalam satu industry).
8.      Siklus hidup produk.
9.      Terobosan-terobosan yang dapat meningkatkan produktivitas yang lebih baik di bidang input, pengolahan, dan pemasaran. 
10.  Berbagai ramalan pengembangan teknologi di masa depan.



Kewirausahaan sebagai pemicu perekonomian Bangsa
Dalam upaya memicu pertumbuhan ekonomi sekaligus mempengaruhi kehidupan sosial-ekonomi masyarakat, wirausahawan melakukan berbagai kegiatan sebagai berikut:
1.      Menciptakan lapangan pekerjaan.
2.      Meningkatkan kualitas hidup.
3.      Meningkatkan pemerataan pendapatan.
4.      Memanfaatkan dan memobilisasi sumber daya untuk meningkatkan produktivitas nasional
5.      Meningkatkan penerimaan pemerintah melalui pajak.


Kebersamaan, Etika, dan Tanggung Jawab Sosial Kewirausahaan
Kebersamaan merupakan keselarasan hubungan dan komunikasi yang baik antara pihak pengusaha dengan pihak internal dan eksternal organisasi dengan prinsip saling menguntungkan. Etika merupakan cara menyampaikan ungkapan-ungkapan yang menyangkut perilaku,perbuatan, dan sikap manusia terhadap peristiwa-peristiwa yang dianggap penting dalam hidupnya. Tanggung jawab sosial merupakan kewajiban perusahaan untuk merumuskan kebijakan, mengambil keputusan, dan melaksanakan tindakan-tindakan yang memberi manfaat kepada masyarakat.

Asas Etika bisnis yang sehat

a.       Selalu menjaga kualitas produk dan jasa pada pelanggan melalui kewajaran dan keterbukaan.
b.      Kebersamaan dengan unsur internal dan menghindari kesan bahwa perusahaan mengeksploitasi karyawan secara tidak manusiawi.
c.       Kebersamaan denga lingkungan dalam menjaga kelestarian dan menghindari polusi yang mengganggu masyarakat.
d.      Dalam proses bisnis atau transaksi, selalu didukung dengan upaya penghayatan nilai dan norma bisnis serta kebiasaan atau esensi dunia usaha yang berlaku.
e.       Menghindari cara-cara yang tidak etis dalam persaingan bisnis


Secara universal, pendapat Michael Josephson yang dikutip Zimmere (2005) menyatakan bahwa ada sepuluh prinsip etika yang harus menjadi pegangan para pelaku bisnis, sebagai berikut:



1.      Kejujuran
2.      Integritas
3.      Memelihara janji
4.      Kesetiaan
5.      Keadilan
6.      Suka membantu orang lain
7.      Hormat kepada orang tua
8.      Warga negara yang bertanggung jawab
9.      Mengejar keunggulan dalam segala hal 
10.  Dapat dipertanggungjawabkan

Bab 9 : Merancang Strategi Pemasaran

Kurangnya pemahaman para pengusaha tentang pentingnya pemasaran selama ini mengakibatkan kurangnya upaya-upaya untuk meningkatkan kualitas pemasarannya.Pengusaha kecil berpikir bahwa peningkatan biaya overhead akan meningkatkan efisiensi atau perputaran barang, sementara peningkatan biaya unttuk pemasaran hanya menghasilkan keuntungan yang belum jelas. Oleh karena itu, perlu ditanamkan pengertian bahwa biaya yang dikeluarkan untuk pemasaran harus diperhitungkan sebagai investasi, sama seperti pembelian peralatan atau pembelian pabrik, yaitu pengeluaran yang ditujukan untuk kepentingan panjang.Pemasaran tidak hanya mengenai penjualan, pemasangan iklan, atau memajang produk di etalase sja, pemasaran merupakan proses yang utuh tentang kemampuan menawarkan barang dan jasa yang tepat, pada waktu yang tepat, dan lokasi yang tepat pula.
Anda dapat dikatakan berhasil dalam melakukan pemasaran apabila telah menghasilkan dua hal berikut:



1.      Pembelian Melakukan Pembelian Ulang
2.      Pembeli Merekomendasikan Produk ke Orang Lain

Untuk mendapatkan hasil pemasaran yang sesuai, maka secara umum dapat dilakukan proses pemasaran sebagai berikut:

a.       Pengenalan Pasar
b.      Strategi Pemasaran
c.       Bauran Pemasaran
d.      Evaluasi Pemasaran 
Dibawah ini beberapa teknik yang akan membantu dalam pengenalan pasar:

1.      Mengelompokkan Pasaar
2.      Masa Peredaran Barang atau jasa
3.      Analisis SWOT

Secara umum strategi pemasaran yang biasa dilakukan yaitu:

1.      Menembus Pasar
2.      Mengembangkan Pasar
3.      Mengembangkan Produk
4.      Melakukan Diversifikasi
5.      Menerapkan Biaya Murah
6.      Memfokuskan pada Pasar 
7.      Melakukan Diferensiasi 
Bauran Alat Pemasaran yang dibutuhkan:

1.      Hal yang Diperlukan dalam Menghasilkan Produk
2.      Hal yang Diperlukan dalam Menyampaikan Barang sampai ke Pembeli (Distribusi)
3.      Hal yang Diperlukan dalam Memilih Lokasi Usaha yang tepat
4.      Hal yang Diperlukan dalam Menentukan Harga yang Tepat
5.      Hal yang Diperlukan dalam Mencari Bentuk Promosi yang Murah dan Memilih Iklan yang Tepat.
6.      Hal yang Diperlukan dalam Penjualan Produk
7.      Pemaanfaatan Kekuasan


Rencana pemasaran harus disusun secara sistematis, namun kualitasnya sangat bergantung pada pembuatnya dan tentu akan lebih baik jika melibatkan pihak pihak yang terkait langsung pada proses pemasaran Rencana pemasaran dapat menuntut pengusaha agar tetap mengarahkan usahanya pada pencapaian tujuan yang telah direncanakan, pengembangan, pemberbaikan produk serta menciptakan ide-ide baru dalam bidang pemasaran.
Rencana pemasaran dapat disusun dengan mempertimbangkan beberapa hal berikut ini:


1.      Gambaran usaha
2.      Memosisikan produk
3.      Menetapkan visi dan misi yang dibaut sesederhana mungkin
4.      Menentukan jangka waktu pemasaran
5.      Melakukan analisis SWOT
6.      Memilih strategi
7.      Menetapkan alat pemasaran
8.      Membuat bagan rencana pelaksanaan pemasaran
9.      Menentukan ukuran keberhasilan

Bab 8 : Mengelola Keuangan Usaha

Pada dasarnya setiap usaha pasti memerlukan modal. Modal usaha dapat berupa modal dan dan modal non dana berupa keahlian dan keterampilan. Hal yang harus kita ketahui adalah berapa kebutuhan modal usaha kita, darimana sumber modal tersebut,dan bagaimana mengelola modal tersebut, memilih investasi yang benar, dan proses mencatat dana, serta cara mengelola keuntungan yang kita peroleh.
 Berikut adalah bahasan teori mengenai permasalahan dana tersebut :
1.       Mengetahui kebutuhan modal
Pada prinsipnya, dalam menjalankan usaha terdapat tiga jenis modal yang diperlukan, yaitu modal investasi awal, modal kerja, dan modal operasional.

a.
       Modal investasi awal 
Modal investasi awal adalah modal yang diperlukan diawal usaha, biasnya dipakai untuk jangka panjang.
 
b.
      Modal kerja 
Modal kerja adalah modal yang harus kita keluarkan untuk membeli atau membuat barang dan jasa yang kita hasilkan.
 
c.
       Modal operasional 
Modal operasional adalah modal yang harus kita kenal sebagai biaya tetap.
2.       Mengetahui sumber permodalan

Untuk suatu usaha, pada dasarnya sumber permodalan dapat diperoleh melalui :
a.       Modal sendiri
b.      Pinjaman bank
Pada dasarnya ada tiga jenis pinjaman kredit perbankan, yaitu :
1.       Kredit usaha
2.       Kredit konsumsi
3.       Kredit serba guna
Berikut adalah beberapa persyaratan yang diminta oleh bank dalam mengajukan kredit :


1.
       Debitur perorangan 
Berasal dari berbagai macam latar belakang pekerjaan, yaitu pengusaha, karyawan, dan professional.
 
2.
       Jaminan 
Saat mengajukan kredit ke bank, biasanya kita diminta untuk menjaminkan salah satu asset yang kita miliki kepada bank, sehingga apabila kita tidak mampu mengembalikan pinjaman tersebut, bank akan menyita asset yang kita jaminkan tersebut sebagai ganti uang yang kita pinjam.
 
3.
       Debitur badan usaha/perusahaan
c.       Bank syariah
Prinsip bank syariah adalah bagi hasil dan tidak menetapkan bunga sebagaimana bank konvensional.
d.      Pengadaian
Melalui pengadaian kita dapat meminjam sejumlah uang dengan menggadaikan asset berharga sebagai jaminan.
3. proses pengelolan keuangan
Setelah merencanakan usaha dan memperoleh modal untuk usaha, maka selanjutnya adalah mengelola keuangan selam proses usaha berjalan. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam tata kelola keuangan :

1.
       Kita harus memisahkan antara uang pribadi dengan uang usaha perusahaan. 
2.
       Kita harus memastikan system pencatatan yang rapid an teratur sesuai dengan kaidah akuntansi, walaupun akuntasi sederhana. 
3.
       Melakukan manajemen kas 
4.
       Melakukan evaluasi setiap bulan terkait dengan keuangan.
4.pelaporan keuangan
Sebagai badan usaha, kita harus membuat laporan keuangan untuk memastikan bahwa tidak ada uang yang hilang. Untuk membuat laporan keuangan, terdapat dua hal yang perlu dibuat yaitu neraca dan laba rugi.
Sumber : Buku Kewirausahaan "Membangun Usaha Sukses Sejak Usia Muda", Salemba Empat 2011, Jakarta  (Universitas Mercu Buana)