Kurangnya pemahaman
para pengusaha tentang pentingnya pemasaran selama ini mengakibatkan kurangnya
upaya-upaya untuk meningkatkan kualitas pemasarannya.Pengusaha kecil berpikir
bahwa peningkatan biaya overhead akan meningkatkan efisiensi atau perputaran barang,
sementara peningkatan biaya unttuk pemasaran hanya menghasilkan keuntungan yang
belum jelas. Oleh karena itu, perlu ditanamkan pengertian bahwa biaya yang
dikeluarkan untuk pemasaran harus diperhitungkan sebagai investasi, sama
seperti pembelian peralatan atau pembelian pabrik, yaitu pengeluaran yang
ditujukan untuk kepentingan panjang.Pemasaran tidak hanya mengenai penjualan,
pemasangan iklan, atau memajang produk di etalase sja, pemasaran merupakan
proses yang utuh tentang kemampuan menawarkan barang dan jasa yang tepat, pada
waktu yang tepat, dan lokasi yang tepat pula.
Anda dapat dikatakan
berhasil dalam melakukan pemasaran apabila telah menghasilkan dua hal berikut:
1. Pembelian Melakukan Pembelian Ulang
2. Pembeli Merekomendasikan Produk ke Orang Lain
Untuk mendapatkan hasil pemasaran yang sesuai, maka secara umum dapat dilakukan proses pemasaran sebagai berikut:
a. Pengenalan Pasar
b. Strategi Pemasaran
c. Bauran Pemasaran
d. Evaluasi Pemasaran
Dibawah ini beberapa
teknik yang akan membantu dalam pengenalan pasar:
1. Mengelompokkan Pasaar
2. Masa Peredaran Barang atau jasa
3. Analisis SWOT
Secara umum strategi pemasaran yang biasa dilakukan yaitu:
1. Menembus Pasar
2. Mengembangkan Pasar
3. Mengembangkan Produk
4. Melakukan Diversifikasi
5. Menerapkan Biaya Murah
6. Memfokuskan pada Pasar
7. Melakukan Diferensiasi
Bauran Alat Pemasaran
yang dibutuhkan:
1. Hal yang Diperlukan dalam Menghasilkan Produk
2. Hal yang Diperlukan dalam Menyampaikan Barang sampai ke Pembeli (Distribusi)
3. Hal yang Diperlukan dalam Memilih Lokasi Usaha yang tepat
4. Hal yang Diperlukan dalam Menentukan Harga yang Tepat
5. Hal yang Diperlukan dalam Mencari Bentuk Promosi yang Murah dan Memilih Iklan yang Tepat.
6. Hal yang Diperlukan dalam Penjualan Produk
7. Pemaanfaatan Kekuasan
Rencana pemasaran
harus disusun secara sistematis, namun kualitasnya sangat bergantung pada
pembuatnya dan tentu akan lebih baik jika melibatkan pihak pihak yang terkait
langsung pada proses pemasaran Rencana pemasaran dapat menuntut pengusaha agar
tetap mengarahkan usahanya pada pencapaian tujuan yang telah direncanakan, pengembangan,
pemberbaikan produk serta menciptakan ide-ide baru dalam bidang pemasaran.
Rencana pemasaran
dapat disusun dengan mempertimbangkan beberapa hal berikut ini:
1. Gambaran usaha
2. Memosisikan produk
3. Menetapkan visi dan misi yang dibaut sesederhana mungkin
4. Menentukan jangka waktu pemasaran
5. Melakukan analisis SWOT
6. Memilih strategi
7. Menetapkan alat pemasaran
8. Membuat bagan rencana pelaksanaan pemasaran
9. Menentukan ukuran keberhasilan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar